Ketika fakta-fakta peninggalan sejarah dikuak, kebenaran hakiki dari wahyu illahi tak bisa lagi ditolak. Narasi orang-orang kafir yang mengatakan bahwa Al Qur’an itu hanya cerita dongengan belaka, ahirnya terpatahkan.
Hal ini bisa dibuktikan ketika ekspedisi-ekspedisi yang menguak kebenaran sejarah dari cerita Al Qur’an khususnya Surat Al Fajr ayat 6 -9.
اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ ⃝ اِرَمَ ذَاتِ الۡعِمَادِ ⃝ الَّتِىۡ لَمۡ يُخۡلَقۡ مِثۡلُهَا فِى الۡبِلَادِ ⃝ وَثَمُوۡدَ الَّذِيۡنَ جَابُوا الصَّخۡرَ بِالۡوَادِ
“Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ād? (6) (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ād) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, (7) yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, (8) dan (terhadap) kaum Samud yang memotong batu-batu besar di lembah,” (9) (QS Al Fajr ayat 6-9)
Pembuktian ayat-ayat di atas ditegaskan oleh beberapa temuan dari ekspedisi ilmiah berikut.
Prasasti Kerajaan Ebla
Sebuah penggalian menemukan Prasasti Ebla yang diperkirakan berusia 2500 SM – 4000 SM. Salah satu prasastinya menyebutkan bahwa Kerajaan Ebla mengadakan hubungan dagang dengan Kerajaan Shamutu (Tsamud-red), ‘Ad dan Iram.

Prasasti Hisni Ghurab Yaman Selatan
Sebelumnya pada tahun 1834, sebuah penggalian (ekskavasi) di wilayah Hisni Ghurab, Yaman Selatan, menemukan pula prasasti yang menyebutkan nama Hud. “Kita mengatur diri kita dengan menggunakan hukum kebenaran dari Hud,” begitu teks yang tertulis pada prasasti. Ini adalah pertama kalinya nama Hud disebut di luar teks Al Qur’an.

Ekskavasi Tim Nicholas Clapp
Pada tahun 1984 hingga 1992, tim yang dikepalai oleh Nicholas Clapp melakukan pencarian terhadap Iram, kota yang hilang (the lost city).
Tim ini turut melibatkan arkeolog dari Missouri State University, Prof Juris Zarins, serta Sir Ranulph Flennes (penjelajah Inggris). Pada 1984 mereka memanfaatkan pesawat ulang-alik Challanger, mencoba mengambil foto dari antariksa dengan menggunakan teknologi SIR B. Hasilnya memperlihatkan bekas rute-rute lama yang dahulu sering dilalui oleh karavan yang melintas di jazirah Arab, dan juga kota Iram/ Ubhar yang terpendam sekitar 12 meter di bawah permukaan padang pasir, di daerah antara Yaman dan Oman.

Pencitraan kota Iram dari pesawat Challanger
Tim Ekspedisi Clapp ini berhasil mengangkat suatu bangunan raksasa berbentuk oktagonal, dengan menara-menara dan dinding-dinding yang tinggi. Hal ini begitu mencengangkan, sehingga para arkeologi kemudian menyitir kembali Al Qur’an, Surat al-Fajr ayat 7, tentang Kota Iram yang mempunyai pilar-pilar yang tinggi.
Dengan keberhasilan pengungkapan kota iram yang pernah hilang, keraguan para orientalis selama ratusan tahun, akhirnya dapat dipatahkan. Berkat kuasa Allah SWT, pengungkapan ini bahkan dilakukan oleh tim dari para orientalis sendiri, subhanallah.















